Langit malam mencekam
Paginya membawa ketenangan
Hanya malam itu langit redup temaram
Dan Cahaya matahari terbit tanpa beban
Tubuh ringkih yang selalu menjadi Panutan
Kini telah damai di Kerajaan tertinggi
Wajah yang selalu terlihat cantik dan menawan
Kini telah bersemayam dengan damai
Hampa, kosong dan sesak
Saat telah tercatat tubuhmu tidak lagi berdiri tegap
Mata indahmu tak lagi terbelalak
dan suaramu perlahan lenyap, menyisakan sunyi yang tak sempat kau ucap
kala itu riuh di kepalaku suara indahmu mengan merdu
membuatku tersadar akan beratnya hari tanpa adanya dirimu
penyesalan yang selalu menghantui malamku
kenapa harus diriu yang pergi dari pengelihatanku
ummi…….
Sudah banyak hari yang kami lalui tanpa adanya hadirmu di sini
Memuat sesak rongga dada kami terus tergerogoti
Bulir bening menerobos turun tanpa henti
Dan rindu yang selalu terucap pada kalam Ilahi
Hingga sampai pada titik ini
Telah sampai pada detik ini
Bukan lagi tentang kapan dirimu Kembali
Tetapi tentang semoga dapat bertemu lagi
Namamu akan tetap abadi
Di hati kami para santri
Yang selalu mecintaimu tanpa henti
Dan mendoakanmu setiap hari
by Zaida Ishlahiyyah






